KKP Selesaikan 7 Kasus Kerusakan Laut dengan Klaim Rp 44 M Lebih

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan-Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) terus berkolaborasi. Salah satunya dalam memberikan efek jera terhadap pelaku perusakan lingkungan dan pesisir laut.Masterbet188

“Dalam penyelesaian kasus perusakan lingkungan dan pesisir laut, KKP dan KLHK telah membangun sinergi yang baik dan ini menjadi modal yang berharga dalam menindaklanjuti kasus-kasus perusakan lingkungan dan pesisir laut,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu dalam keterangan tertulis Kamis (10/4/2020).

KKP Selesaikan 7 Kasus Kerusakan Laut dengan Klaim Rp 44 M Lebih

Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2020 ini, terdapat 5 kasus kapal kandas yang mengakibatkan kerusakan terumbu karang yang saat ini sedang ditangani oleh Ditjen PSDKP-KKP dan Ditjen PHLHK-KLHK. Saat ini kasus-kasus tersebut sedang dalam proses verifikasi lapangan untuk menentukan nilai valuasi ekonomi sumber daya pesisir dan laut.

Kelima kasus tersebut di antaranya MV Aqua Blu yang kandas di perairan Wayag Kawasan Konservasi Perairan Nasional Raja Ampat, kapal tongkang Virgo Sejati 287 (TB Virgo Sejati 38) yang kandas di Perairan Matahora & MT Endah Marin (TB Theodore II) yang kandas di Karang Karomah Taman Nasional Wakatobi – Sulawesi Tenggara.

“Sudah ada tiga kasus yang saat ini sedang dalam proses perhitungan nilai kerugian yang diakibatkan atas kandasnya kapal-kapal tersebut dan saat ini sedang dikerjakan oleh Tim,” jelasnya..

Sedangkan 2 kasus lainnya yaitu kapal wisata KM. Sueisan Indo II yang kandas di perairan Pulau Pandan – Sumatera Barat dan MT. Ahmad Jabbar ex. Josephine yang kandas di perairan Denpasar-Bali, saat ini sedang diagendakan untuk dilaksanaan verifikasi lapangan. Proses lanjutan ini sedikit terkendala dengan adanya penyebaran pandemi COVID-19.

“Kami dan KLHK bersepakat untuk menunda dulu proses lanjutan kedua kapal tersebut, keputusan tersebut diambil mengingat semakin meluasnya pandemi COVID-19,” katanya.

Baca juga : Jokowi bagi 400 paket sembako di jalanĀ 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *